Jumat, 07 Juni 2013


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Akhir tahun tidak hanya identik dengan liburan. Bagi beberapa mahasiswa, akhir tahun juga identik dengan Ujian Akhir Semester. UAS Ujian Akhir Semester akan menjadi hal yang paling menegangkan bagi kita para mahasiswa, untuk mendapatkan nilai A,B+,B, dan BERUSAHA tdak untuk C+ apalagi kebawahnya. maka siapkan dirimu dengan baik untuk menempuh ibadah UAS.

bukan nilai mu yang ditanyakan oleh Allah namun bagaimana kamu memperolehnya,
bismillah persembahkan yang terbaik dengan kejujuran.

"Berjaga malam untuk menekuni ilmu,lebih nikmat, bagiku dari pada lagu merdudan bau wewangian.goresan penaku di tengah lembaran kertas,terasa lebih indah dari pada khayalan."
 

( immam asy-Syafi'i :ulma )

Berikut ini tips bagi Anda yang akan atau sedang menempuh UAS agar ujian Anda sukses.
1.Hindari sistem belajar SKS 
SKS atau sistem kebut semalam merupakan salah satu cara belajar yang sangat sering digunakan oleh sebagian besar mahasiswa. Mengapa menggunakan sistem SKS? Sebagian besar dari mereka merasa SKS ini lebih efektif. Dengan menggunakan SKS, ingatan terhadap materi dianggap akan lebih segar
Tapi benarkah demikian? Faktanya tidak. Otak memiliki dua memori yakni memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Saat Anda belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (sks), materi yang kita hafal akan disimpan di memori jangka pendek. Nah, pada saat ujian tiba, memori jangka pendek ini hanya sanggup mengeluarkan sekitar 20 % materi yang Anda hafal.
Apabila Anda belajar dari jauh-jauh hari, maka memori yang akan Anda hafal akan disimpan di memori jangka panjang. Nah, ketika ujian tiba, memori jangka panjang ini akan lebih maksimal untuk mengeluarkan materi yang kita simpan.
2.Persiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat ujian
Untuk menghadapi ujian, Anda perlu mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat ujian, seperti berbagai alat tulis, maupun berbagai peralatan penunjang nanti seperti jam tangan.
Dengan menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan, Anda akan lebih tenang dalam mengerjakan soal-soal ujian. Selain itu, jam tangan memudahkan Anda mengukur waktu pengerjaan soal-soal ujian tersebut.
3.Datang lebih awal ke ruang ujian
Anda akan lebih tenang dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dengan datang lebih awal. Anda tinggal menyiapkan kembali segala hal yang akan diperlukan untuk mengerjakan soal-soal ujian. Selain itu, Anda dapat mereview kembali sekilas materi yang akan diujikan.
Dalam beberapa kasus, seringkali kita salah memasuki ruang ujian. Dengan datang lebih awal, Anda dapat memastikan lokasi ruang ujian yang akan digunakan nanti.
4.Istirahat cukup pada malam sebelumnya
Bergadang pada malam sebelum ujian, selain tidak baik bagi tubuh, juga dapat berdampak pada rasa kantuk saat ujian hingga kesulitan berkonsentrasi.
Dengan istirahat yang cukup pada malam sebelumnya, kondisi tubuh Anda akan lebih segar sehingga, saat ujian, Anda dapat berkonsentrasi penuh. (Kabar24/nel)

Kamis, 06 Juni 2013





من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت  
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Banyak sekali orang yang sanggup untuk untuk menahan lapar dan haus dengan dia berpuasa. Namun, pernahkah kita berfikir seberpa banyak orang yang bisa bertahan untuk berpuasa dengan seditik berkata dengan lidahnya. Sungguh tuhan menciptakan semuanya berpasang-pasangan mata , tangan, kaki, telingah, dan jutaan syaraf otak untuk berfikir kecuali lidah karena jika kamu tahu lidah itu berpasangan dengan kewibawaan seseorang.

Sabtu, 09 Maret 2013

bismillahirrahmanirahim
indahnya  menuntut ilmu

Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur :
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,
maka Alah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,
maka Allah akan melapangkan satu kesulitan
dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain
maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.
(H.R Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Bersedekah / memberi :
bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka.
(H.R Thabrani)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kaya Jiwa :
Bukanlah yang dinamakan kaya karena banyak simpanan harta benda,
tetapi yang disebut kaya, adalah kaya diri (jiwa).
                                                    (H.R Bukhari dan Muslim)          

Hadits Rasulullah SAW tentang Dakwah :
Allah akan memberikan cahaya yang berkilauan pada seseorang yang telah
mendengar ajaranku, lalu disampaikannya kepada yang lain sebagaimana
yang didengarnya. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya
lebih mengerti daripada pendengar itu sendiri.
(H.R Ahmad)

Hadits Rasulullah SAW tentang Taubat :
Semua anak adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat
kesalahan itu ialah orang-orang yang mau bertaubat.
(H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit,
kemudian kalian bertaubat niscaya Allah memberi ampunan kepadamu.
(H.R. Ibnu majah)

Hadits Rasulullah SAW tentang kesabaran :
Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Ujian Hidup :
Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan,
sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri,
melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Intropeksi Diri :
Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kesehatan :
“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan  orang,
yaitu kesehatan dan waktu kosong.”
(H.R. Bukhari)

Hadits Rasulullah SAW tentang Mencintai Sesama Muslim :
Kata Anas ra : Nabi SAW bersabda :
“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian, sapai ia mencintai saudaranya
sesama muslim, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Pemimpin :
ma’qil ibnu yasar berkata: “Rasulullah saw bersabda:
“Tiada seorang pun yang diminati oleh Allah untuk memimpin rakyatnya,
kemudian ia mati sebagai seorang koruptor,
maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Berkata Baik :
Ady Ibnu ra berkata: Rasulullah SAW bersabda :
”jagalah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan
sedekah separuh biji kurma,
jika tidak bisa berbuat demikian,
maka berbuatlah baik walau hanya dengan kata-kata yang manis.”

Semoga setelah membaca dan merenungi nasihat Rasulullah SAW datas kita dapat mengintropeksi diri kita agar kembali kepada keridhaan Allah SWT semata.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)
Semoga Bermanfaat kawan,,,!!!

Minggu, 23 Desember 2012


 
بسم الله الرحمن الرحيم
Pangan Halal dan Thoyyib Menuju Keamanan Pangan
Pangan Halal dan Thoyyib
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS:Al-Maidah:88)
Ayat diatas menjelaskan bahwa makanan yang kita makan harus memenuhi dua syarat yaitu halal dan thoyyib (baik). Maksud halal disini meliputi substansinya (makanan olahan yang mengandung enzim & gelatin babi atau dari hewan yang di haramkan Allah dalam islam), cara mendapatkannya, cara mengolah, kualitas dan kuantitasnya, yang penafsirannya diuraikan dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW. Adapun yang dimaksud thoyyib (baik) adalah yang apabila dimakan akan meyehatkan dan tidak menimbulkan mudharat.
Ada beberapa ciri makanan disebut thoyyib, yakni:
1. Tidak merusak tubuh kita(Dzalim)
Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran” (QS. Al Baqarah: 195)
konsumsilah makanan yang baik, bersih, dan juga terjamin kebaikannya.karena sehat atau sakit, semuanya terpulang pada kita masing-masing.
2.
Seimbang (Tawazun)
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). Dan langit telah ditinggikan- Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar Rahman: 5 – 9)
3.
Cukup sesuai kebutuhan (Qonaah)
Manfaat Pangan Halal dan Thoyyib
Hai orang – orang yang beriman, makanlah diantara rezeki yang baik – baik( halal dan bersih ) yang kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar – benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”. ( Q.S. Al-Baqarah, 2: 172 )
            Ajaran Allah yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga kehalalan pangan yang kita konsumsi sudah pasti mengandung berbagai maksud dan manfaat. Di samping karena alasan yang bersifat lahir (yaitu menjaga keseimbangan kesehatan dan tubuh), juga mengandung hikmah-hikmah batin yang tidak semuanya bisa disentuh oleh kemampuan akal manusia. Manfaat yang bisa dirasakan secara langsung dari makanan halal terhadap kesehatan, keimanan, dan perilaku antara lain adalah menjaga keseimbangan jiwa manusia yang hakikatnya suci (fitrah) sebagaimana baru dilahirkan di dunia, menumbuhkan sikap juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya di bumi, dapat membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu, dan menumbuhkan kepercayaan diri di hadapan Allah. .
Pengaruhnya Terhadap Perekonomian
            Dalam perdagangan internasional, label/tanda halal pada produk mereka telah menjadi salah satu instrumen penting untuk mendapatkan akses pasar untuk memperkuat daya saing produk domestiknya di pasar internasional (http://bphn.go.id/index.php). Selain halal, produk yang diperdagangkan harus thoyyib (baik; sehat) sehingga  produk  tersebut dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi. Berkembangnya produk pangan halal (yang telah mendapat sertifikasi halal) dan thoyyib dapat berpotensi meningkatkan perekonomian nasional karena tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk pangan halal olahan akan meningkat karena keamanannya sudah terjamin sehingga tidak ada lagi keragu-raguan untuk mengkonsumsinya.
Fenomena saat ini
Jika melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, masih banyak kasus pangan yang kurang diperhatikan oleh masyarakat sendiri terkait keamanannya. Suatu contoh yang penulis sendiri alami dimomen pergantian tahun baru adalah nampak sebuah fenomena kedzhaliman dan ketidakpedulian dari masyarakat (baik penjual maupun pembeli) terhadap keamanan pangan. Saat itu dengan iming-iming harga miring,, daging ayam dijajakan dalam kondisi yang sudah tidak layak konsumsi. Terlihat perubahan warna menghitam dan bau tidak sedap dari daging ayam tersebut. Namun yang mengherankan, hal tersebut sepertinya tidak dipermasalahkan oleh para konsumen yang terus berdatangan membeli daging ayam tidak layak makan tersebut. Harga miring yang ditawarkan supermarket seolah-olah mengesampingkan kehawatiran dan menciptakan ketidakpedulian konsumen dalam membeli bahan yang akan dikonsumsinya.
Hal ini menjadi sebuah kehawatiran dan menjadi sebuah renungan, bahwa kesadaran dan kepedulian akan pangan sebagian besar masyarakat kita masih kurang. Fenomena ini dapat menjadi contoh kecil tentang apa yang terjadi di masyarakat saat ini. Padahal Allah SWT telah memerintahkan Dalam Firman-Nya pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya:
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
Makanan yang walaupun halal namun kondisinya tidak baik akan berefek racun bagi tubuh, bahkan dapat menimbulkan penyakit bagi yang mengkonsumsinya. Kasus ini hanyalah satu dari sekian banyak fenomena yang terjadi di masyarakat. Melihat fakta di atas, semakin menyadarkan kita tentang pentingnya memperhatikan pangan halal dan thoyyib dalam kehidupan sehari-hari. Mengonsumsi makanan halal dan thoyyib ternyata dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan keamanan pangan Indonesia. Jika masing-masing individu memperhatikan kebaikan pangan yang dikonsumsi, maka jumlah kasus terkait keamanan pangan dapat diminimalisir. Saatnya menjadi konsumen yang cerdas dengan berpedoman pada hukum Allah. (Ilmi/IMMPPG)


Sumber :
Anonim. 2006. Menuju Ketahanan Pangan 2015. (On-Line): http://bphn.go.id/index.php. Diakses tanggal 23 November 2012.

Safitri, Edi. 2010. Keamanan Pangan Dalam Perspektif Ormas Keagamaan di Indonesia (Studi Kasus di NTB dan Jogjakarta. UNISIA Vol. XXXIII No. 73: 89.


Kamis, 09 Agustus 2012


Cordoba, Kota Peradaban Islam di Eropa yang Hilang

Oleh Bahrul Ulum
Kota Cordoba, yang awalnya bernama Iberi Baht, dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.

Kota Cordoba, yang awalnya bernama Iberi Baht, dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.
Sejarah Cordoba memasuki babak baru saat Islam datang ke wilayah itu pada 711 M atau 93 H. Ketika itu panglima Islam Tariq bin Ziad atas perintah gubernur Afrika Utara, di bawah pemerintahan Walid bin Abdul Malik atau Al-Walid I (705-715) dari Dinasti Umayyah berhasil menaklukkan Spanyol dari Goth Barat, Kekaisaran Visigoth. Dengan dikuasainya Spanyol, 700 tentara kavaleri Islam yang di
pimpin panglima perang Mugith Ar- Rumi, seorang bekas budak, dengan mudah menguasai Cordo
ba.

Penaklukan Cordoba dilakukan pada malam hari. Mugith Ar- Rumi dengan pasukan berkudanya berhasil mendobrak tembok Cordoba. Selain menguasai Cordoba, pasukan tentara Islam juga menaklukan wilayah-wilayah lain di Spanyol seperti, Toledo, Seville, Malaga serta Elvira.
Selama pemerintahan Umayyah berpusat di Damaskus, Toledolah yang dijadikan ibu kota Spanyol. Cordoba baru menjadi ibukota Spanyol ketika dinasti tersebut ditumbangkan oleh Dinasti Abbasiyah tahun 750 M.
Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I sebagai penerus Dinasti Ummayah pindah ke Spanyol, yang waktu itu Islam sudah eksis. Ia menjadikan kota Cordoba sebagai ibukota pemerintahan dinastinya di benua Eropa. Dalam membangun kota ini ia mengundang dan mendatangkan ahli fikih, alim ulama, ahli filasafat, dan ahli syair untuk bertandang dan mengembangkan ilmunya di Cordoba. Akhirnya kota ini menjadi pusat perkembangan ilmu, pengetahuan, kesenian dan kesusasteraan di seantero benua Eropa
.
Puncak kejayaan dan masa keemasan Cordoba mulai berlangsung pada era pemerintahan Khalifah Abdul Rahman An-Nasir dan pada zaman pemerintahan anaknya Al-Hakam. Ketika itu, Cordoba telah mencapai kejayaannya hingga pada taraf kekayaan dan kemewahan yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Pembangunan pada masa ini tumbuh pesat. Bangunan-bangunan berarsitektur megah bermunculan. Ketika malam tiba, jalan-jalan di kota hingga keluar kota diterangi lampu hias yang cantik dan anggun. Kota Cordoba pun terbebas dari sampah. Taman-taman nan indah menjadi daya tarik bagi para pendatang yang singgah di kota itu. Mereka bersantai di taman yang dipenuhi bunga dan tata landskap.
Tak heran, bila pada era itu Cordoba mempu mensejajarkan diri dengan Baghdad sebagai ibu kota pemerintahan Abbasiyah. Tak cuma itu, Cordoba juga setaraf dengan Konstantinopel, ibu kota kerajaan Bizantium serta Kaherah, ibukota kerajaan Fatimiah.
Saat Cordoba berada dalam puncak kejayaannya (abad ke 9 da
n 10 M) terdapat lebih dari 200 000 rumah di dalam kotanya. Jumlah masjid sebanyak 600 buah, 900 public baths, 50 rumah sakit dan sejumlah pasar besar yang menjadi pusat perdagangan dan sentra perekonomian. Pada saat itu, Cordoba telah mampu menempatkan duta besarnya hingga ke negara yang amat jauh seperti India dan Cina.
Kota bersejarah yang bertengger di sepanjang tebing sungai Guadalquivir ini tidak ada tandingannya di Eropa dalam hal kemajuan peradabannya.
Kota Ilmu
Jejak kejayaan Islam di Cordoba tidak hanya meninggalkan bangunan-bangunan megah, namun mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tak ternilai harganya.
Kota yang terletak di Provinsi Andalusia, sebelah Barat Spanyol ini juga dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan. Di kota ini berdiri perpustakaan yang besar dengan jumlah volume kunjungannya mencapai 400.000 orang. Padahal pada waktu yang sama, perpustakaan-perpustakaan besar di Eropa, volume pengunjungnya jarang mencapai angka seribu.
Karena itu tidak salah jika Cordoba disebuat sebagai the greatest centre of learning di Eropa, saat kota-kota lain di benua tersebut berada pada masa kegelapan. Cordoba bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada abad pertengahan sebagaimana digambarkan Lane-Poole sebagai the wonders of the world.
Pada masa kekuasaan Abrurrahman III, berdiri Universitas Cordoba yang termasyhur dan menjadi kebanggaan umat Islam. Berbondong-bondong mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa menimba ilmu.
Dari universitas inilah, Barat menyerap ilmu pengetahuan. Salah satu mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003), yang kemudian menjadi Paus Sylvester II. Selepas belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.
Geliat pendidikan di Cordoba makin bersinar pada era pemerintahan Al-Hakam Al-Muntasir sehingga dijuluki Khalifah yang alim. Sebanyak 27 sekolah swasta berdiri pada masa itu. Gedung perpustakaan mencapai 70 buah menambah semarak perkembangan ilmu pengetahuan. Jumlah pengunjungnya mencapai 400 ribu orang. Padahal, volume kunjungan perpustakaan besar di Eropa lainnya, kala itu, paling tinggi mencapai 1.000 orang. Saat itu, terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci Alquran dengan huruf Kufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar secara gratis di 80 sekolah yang disediakan Khalifah. Pendidikan yang tinggi pun diimbangi dengan kesejahteraan masyarakatnya.
Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang amat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, kesusateraan bahkan musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam di Cordoba antara lain Abul al Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke- 12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani.
Demikian juga lahir seorang ulama yang mujtahid yaitu Ibnu Hazm yang menulis kitab Al-Muhalla. Ada juga seorang mufasir kenamaan yaitu Al-Qurtubi yang menulis kitab tafsir Al-Qurtubi. Kemudian pakar kesehatan moder, Az-Zahrawi, yang memperkenalkan teknik keperawatan dan menciptakan alat bean dan teknik terbaru bedah luar dan dalam. Ia menulis buku medis bergambar yang dijadikan referensi oleh pakar kedokteran Eropa. mengetahui ilmu bedah melalui buku-bukunya. Dan masih banyak lagi pakar ilmu pengetahuan yang muncul waktu itu.
Itulah kota Cordoba yang di masa kejayaannya banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang. (b) 

http://saimuslim.blogspot.com/2010/01/cordoba-kota-peradaban-islam-di-eropa.html