Jumat, 07 Juni 2013
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Akhir tahun tidak hanya identik dengan liburan. Bagi beberapa mahasiswa, akhir tahun juga identik dengan Ujian Akhir Semester. UAS Ujian Akhir Semester akan menjadi hal yang paling menegangkan bagi kita para mahasiswa, untuk mendapatkan nilai A,B+,B, dan BERUSAHA tdak untuk C+ apalagi kebawahnya. maka siapkan dirimu dengan baik untuk menempuh ibadah UAS.
bukan nilai mu yang ditanyakan oleh Allah namun bagaimana kamu memperolehnya,
bismillah persembahkan yang terbaik dengan kejujuran.
"Berjaga malam untuk menekuni ilmu,lebih nikmat, bagiku dari pada lagu merdudan bau wewangian.goresan penaku di tengah lembaran kertas,terasa lebih indah dari pada khayalan."
( immam asy-Syafi'i :ulma )
Berikut ini tips bagi Anda yang akan atau sedang menempuh UAS agar ujian Anda sukses.
1.Hindari sistem belajar SKS
SKS atau sistem kebut semalam merupakan salah satu cara belajar yang sangat sering digunakan oleh sebagian besar mahasiswa. Mengapa menggunakan sistem SKS? Sebagian besar dari mereka merasa SKS ini lebih efektif. Dengan menggunakan SKS, ingatan terhadap materi dianggap akan lebih segar
Tapi benarkah demikian? Faktanya tidak. Otak memiliki dua memori yakni memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Saat Anda belajar dengan menggunakan sistem kebut semalam (sks), materi yang kita hafal akan disimpan di memori jangka pendek. Nah, pada saat ujian tiba, memori jangka pendek ini hanya sanggup mengeluarkan sekitar 20 % materi yang Anda hafal.
Apabila Anda belajar dari jauh-jauh hari, maka memori yang akan Anda hafal akan disimpan di memori jangka panjang. Nah, ketika ujian tiba, memori jangka panjang ini akan lebih maksimal untuk mengeluarkan materi yang kita simpan.
2.Persiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat ujian
Untuk menghadapi ujian, Anda perlu mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan saat ujian, seperti berbagai alat tulis, maupun berbagai peralatan penunjang nanti seperti jam tangan.
Dengan menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan, Anda akan lebih tenang dalam mengerjakan soal-soal ujian. Selain itu, jam tangan memudahkan Anda mengukur waktu pengerjaan soal-soal ujian tersebut.
3.Datang lebih awal ke ruang ujian
Anda akan lebih tenang dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian dengan datang lebih awal. Anda tinggal menyiapkan kembali segala hal yang akan diperlukan untuk mengerjakan soal-soal ujian. Selain itu, Anda dapat mereview kembali sekilas materi yang akan diujikan.
Dalam beberapa kasus, seringkali kita salah memasuki ruang ujian. Dengan datang lebih awal, Anda dapat memastikan lokasi ruang ujian yang akan digunakan nanti.
4.Istirahat cukup pada malam sebelumnya
Bergadang pada malam sebelum ujian, selain tidak baik bagi tubuh, juga dapat berdampak pada rasa kantuk saat ujian hingga kesulitan berkonsentrasi.
Dengan istirahat yang cukup pada malam sebelumnya, kondisi tubuh Anda akan lebih segar sehingga, saat ujian, Anda dapat berkonsentrasi penuh. (Kabar24/nel)
Kamis, 06 Juni 2013
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Banyak sekali
orang yang sanggup untuk untuk menahan lapar dan haus dengan dia berpuasa.
Namun, pernahkah kita berfikir seberpa banyak orang yang bisa bertahan untuk
berpuasa dengan seditik berkata dengan lidahnya. Sungguh tuhan menciptakan
semuanya berpasang-pasangan mata , tangan, kaki, telingah, dan jutaan syaraf
otak untuk berfikir kecuali lidah karena jika kamu tahu lidah itu berpasangan
dengan kewibawaan seseorang.
Sabtu, 09 Maret 2013
bismillahirrahmanirahim
indahnya menuntut ilmu
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur :
indahnya menuntut ilmu
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur :
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,
maka Alah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,
maka Allah akan melapangkan satu kesulitan
dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain
maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.
(H.R Bukhari dan Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersedekah / memberi :
bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka.
(H.R Thabrani)
Hadits Rasulullah SAW tentang Kaya Jiwa :
Bukanlah yang dinamakan kaya karena banyak simpanan harta benda,
tetapi yang disebut kaya, adalah kaya diri (jiwa).
(H.R Bukhari dan Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Dakwah :
Allah akan memberikan cahaya yang berkilauan pada seseorang yang telah
mendengar ajaranku, lalu disampaikannya kepada yang lain sebagaimana
yang didengarnya. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya
lebih mengerti daripada pendengar itu sendiri.
(H.R Ahmad)
Hadits Rasulullah SAW tentang Taubat :
Semua anak adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat
kesalahan itu ialah orang-orang yang mau bertaubat.
(H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit,
kemudian kalian bertaubat niscaya Allah memberi ampunan kepadamu.
(H.R. Ibnu majah)
Hadits Rasulullah SAW tentang kesabaran :
Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)
Hadits Rasulullah SAW tentang Ujian Hidup :
Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan,
sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri,
melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”
Hadits Rasulullah SAW tentang Intropeksi Diri :
Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)
Hadits Rasulullah SAW tentang Kesehatan :
“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan orang,
yaitu kesehatan dan waktu kosong.”
(H.R. Bukhari)
Hadits Rasulullah SAW tentang Mencintai Sesama Muslim :
Kata Anas ra : Nabi SAW bersabda :
“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian, sapai ia mencintai saudaranya
sesama muslim, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Hadits Rasulullah SAW tentang Pemimpin :
ma’qil ibnu yasar berkata: “Rasulullah saw bersabda:
“Tiada seorang pun yang diminati oleh Allah untuk memimpin rakyatnya,
kemudian ia mati sebagai seorang koruptor,
maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga.”
Hadits Rasulullah SAW tentang Berkata Baik :
Ady Ibnu ra berkata: Rasulullah SAW bersabda :
”jagalah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan
sedekah separuh biji kurma,
jika tidak bisa berbuat demikian,
maka berbuatlah baik walau hanya dengan kata-kata yang manis.”
Semoga
setelah membaca dan merenungi nasihat Rasulullah SAW datas kita dapat
mengintropeksi diri kita agar kembali kepada keridhaan Allah SWT semata.
Demi
masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta
nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)
Semoga Bermanfaat kawan,,,!!!
Minggu, 23 Desember 2012
بسم الله الرحمن
الرحيم
Pangan Halal dan Thoyyib Menuju Keamanan
Pangan
Pangan Halal dan Thoyyib
“Dan makanlah makanan
yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan
bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”
(QS:Al-Maidah:88)
Ayat
diatas menjelaskan bahwa makanan yang
kita makan harus memenuhi dua syarat yaitu halal dan thoyyib (baik). Maksud halal disini meliputi substansinya (makanan olahan yang
mengandung enzim & gelatin
babi atau dari hewan yang di haramkan Allah dalam islam), cara mendapatkannya, cara mengolah, kualitas dan
kuantitasnya, yang penafsirannya diuraikan dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW. Adapun
yang dimaksud thoyyib (baik) adalah
yang apabila dimakan akan meyehatkan dan tidak menimbulkan mudharat.
Ada beberapa ciri makanan disebut thoyyib, yakni:
1. Tidak merusak tubuh kita(Dzalim)
Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran” (QS. Al Baqarah: 195)
konsumsilah makanan yang baik, bersih, dan juga terjamin kebaikannya.karena sehat atau sakit, semuanya terpulang pada kita masing-masing.
2. Seimbang (Tawazun)
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). Dan langit telah ditinggikan- Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar Rahman: 5 – 9)
3. Cukup sesuai kebutuhan (Qona’ah)
1. Tidak merusak tubuh kita(Dzalim)
Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran” (QS. Al Baqarah: 195)
konsumsilah makanan yang baik, bersih, dan juga terjamin kebaikannya.karena sehat atau sakit, semuanya terpulang pada kita masing-masing.
2. Seimbang (Tawazun)
“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). Dan langit telah ditinggikan- Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar Rahman: 5 – 9)
3. Cukup sesuai kebutuhan (Qona’ah)
Manfaat Pangan Halal dan Thoyyib
“Hai orang – orang yang beriman,
makanlah diantara rezeki yang baik – baik( halal dan bersih ) yang kami
anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar – benar hanya
kepada-Nya kamu menyembah”. ( Q.S. Al-Baqarah, 2: 172 )
Ajaran Allah yang mengharuskan kita
untuk selalu menjaga kehalalan pangan yang kita konsumsi sudah pasti mengandung
berbagai maksud dan manfaat. Di samping karena alasan yang bersifat lahir
(yaitu menjaga keseimbangan kesehatan dan tubuh), juga mengandung hikmah-hikmah
batin yang tidak semuanya bisa disentuh oleh kemampuan akal manusia. Manfaat yang
bisa dirasakan secara langsung dari makanan halal terhadap kesehatan, keimanan,
dan perilaku antara lain adalah menjaga keseimbangan jiwa manusia yang
hakikatnya suci (fitrah) sebagaimana baru dilahirkan di dunia, menumbuhkan
sikap juang yang tinggi dalam menegakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya di bumi,
dapat membersihkan hati dan menjaga lisan dari pembicaraan yang tidak perlu,
dan menumbuhkan kepercayaan diri di hadapan Allah. .
Pengaruhnya Terhadap Perekonomian
Dalam perdagangan internasional, label/tanda halal pada
produk mereka telah menjadi salah satu instrumen penting untuk mendapatkan
akses pasar untuk memperkuat daya saing produk domestiknya di pasar
internasional (http://bphn.go.id/index.php). Selain halal, produk yang
diperdagangkan harus thoyyib (baik; sehat) sehingga
produk tersebut dapat dikatakan
aman untuk dikonsumsi. Berkembangnya produk pangan halal (yang telah mendapat sertifikasi
halal) dan thoyyib dapat berpotensi meningkatkan perekonomian nasional karena
tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk pangan halal olahan akan meningkat
karena keamanannya sudah terjamin sehingga tidak ada lagi keragu-raguan untuk
mengkonsumsinya.
Fenomena saat ini
Jika melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, masih
banyak kasus pangan yang kurang diperhatikan oleh masyarakat sendiri terkait
keamanannya.
Suatu contoh yang penulis sendiri alami dimomen pergantian tahun baru adalah
nampak sebuah fenomena kedzhaliman dan ketidakpedulian dari masyarakat (baik penjual
maupun pembeli) terhadap keamanan pangan. Saat itu dengan
iming-iming harga miring,, daging ayam dijajakan dalam kondisi yang sudah tidak
layak konsumsi. Terlihat perubahan warna menghitam dan bau tidak sedap dari daging ayam tersebut. Namun yang
mengherankan, hal tersebut
sepertinya tidak dipermasalahkan
oleh para konsumen
yang terus berdatangan membeli daging ayam tidak layak makan tersebut. Harga miring
yang ditawarkan supermarket seolah-olah mengesampingkan kehawatiran dan
menciptakan ketidakpedulian konsumen dalam membeli bahan yang akan
dikonsumsinya.
Hal ini menjadi sebuah kehawatiran dan menjadi sebuah
renungan, bahwa kesadaran dan kepedulian akan pangan sebagian besar masyarakat
kita masih kurang. Fenomena ini dapat menjadi contoh kecil tentang apa yang terjadi di
masyarakat saat ini. Padahal Allah SWT telah memerintahkan Dalam Firman-Nya pada Surat Al Baqarah : 168 yang
artinya:
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi
baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata
bagimu”
Makanan yang
walaupun halal namun kondisinya tidak baik akan berefek racun bagi tubuh,
bahkan dapat menimbulkan penyakit bagi yang mengkonsumsinya. Kasus ini hanyalah satu dari sekian
banyak fenomena yang terjadi di masyarakat. Melihat fakta di atas, semakin menyadarkan kita tentang pentingnya
memperhatikan pangan halal dan thoyyib
dalam kehidupan sehari-hari. Mengonsumsi makanan halal dan thoyyib ternyata dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan
keamanan pangan Indonesia. Jika masing-masing individu memperhatikan kebaikan
pangan yang dikonsumsi, maka jumlah kasus terkait keamanan pangan dapat
diminimalisir. Saatnya menjadi konsumen yang cerdas dengan berpedoman pada
hukum Allah. (Ilmi/IMMPPG)
Sumber :
Anonim. 2006. Menuju
Ketahanan Pangan 2015. (On-Line): http://bphn.go.id/index.php. Diakses tanggal 23 November 2012.
Safitri, Edi. 2010. Keamanan Pangan Dalam Perspektif Ormas Keagamaan di
Indonesia (Studi Kasus di NTB dan Jogjakarta. UNISIA Vol. XXXIII No. 73: 89.
Kamis, 09 Agustus 2012
Cordoba, Kota Peradaban Islam di Eropa yang Hilang
Oleh Bahrul Ulum
Kota Cordoba, yang awalnya bernama Iberi Baht, dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.
Kota Cordoba, yang awalnya bernama Iberi Baht, dibangun pada masa pemerintahan Romawi berkuasa di Guadalquivir. Lima abad kemudian, kota ini berada dalam kekuasaan Bizantium di bawah komando Raja Goth Barat.
Sejarah Cordoba memasuki babak baru saat Islam datang ke wilayah itu pada 711 M atau 93 H. Ketika itu panglima Islam Tariq
bin Ziad atas perintah gubernur Afrika Utara, di bawah pemerintahan
Walid bin Abdul Malik atau Al-Walid I (705-715) dari Dinasti Umayyah
berhasil menaklukkan Spanyol dari Goth Barat, Kekaisaran Visigoth.
Dengan dikuasainya Spanyol, 700 tentara kavaleri Islam yang di
pimpin panglima perang Mugith Ar- Rumi, seorang bekas budak, dengan mudah menguasai Cordo
ba.
Penaklukan
Cordoba dilakukan pada malam hari. Mugith Ar- Rumi dengan pasukan
berkudanya berhasil mendobrak tembok Cordoba. Selain menguasai Cordoba,
pasukan tentara Islam juga menaklukan wilayah-wilayah lain di Spanyol
seperti, Toledo, S
eville, Malaga serta Elvira.
eville, Malaga serta Elvira.
Selama
pemerintahan Umayyah berpusat di Damaskus, Toledolah yang dijadikan ibu
kota Spanyol. Cordoba baru menjadi ibukota Spanyol ketika dinasti
tersebut ditumbangkan oleh Dinasti Abbasiyah tahun 750 M.
Abdurrahman
Ad-Dakhil atau Abdurrahman I sebagai penerus Dinasti Ummayah pindah ke
Spanyol, yang waktu itu Islam sudah eksis. Ia menjadikan kota Cordoba
sebagai ibukota pemerintahan dinastinya di benua Eropa. Dalam membangun
kota ini ia mengundang dan mendatangkan ahli fikih, alim ulama, ahli
filasafat, dan ahli syair untuk bertandang dan mengembangkan ilmunya di
Cordoba. Akhirnya kota ini menjadi pusat perkembangan ilmu, pengetahuan,
kesenian dan kesusasteraan di seantero benua Eropa
.
Puncak
kejayaan dan masa keemasan Cordoba mulai berlangsung pada era
pemerintahan Khalifah Abdul Rahman An-Nasir dan pada zaman pemerintahan
anaknya Al-Hakam. Ketika itu, Cordoba telah mencapai kejayaannya hingga
pada taraf kekayaan dan kemewahan yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Pembangunan
pada masa ini tumbuh pesat. Bangunan-bangunan berarsitektur megah
bermunculan. Ketika malam tiba, jalan-jalan di kota hingga keluar kota
diterangi lampu hias yang cantik dan anggun. Kota Cordoba pun terbebas
dari sampah. Taman-taman nan indah menjadi daya tarik bagi para
pendatang yang singgah di kota itu. Mereka bersantai di taman yang
dipenuhi bunga dan tata landskap.
Tak
heran, bila pada era itu Cordoba mempu mensejajarkan diri dengan
Baghdad sebagai ibu kota pemerintahan Abbasiyah. Tak cuma itu, Cordoba
juga setaraf dengan Konstantinopel, ibu kota kerajaan Bizantium serta
Kaherah, ibukota kerajaan Fatimiah.
Saat Cordoba berada dalam puncak kejayaannya (abad ke 9 da
n
10 M) terdapat lebih dari 200 000 rumah di dalam kotanya. Jumlah masjid
sebanyak 600 buah, 900 public baths, 50 rumah sakit dan sejumlah pasar
besar yang menjadi pusat perdagangan dan sentra perekonomian. Pada saat itu, Cordoba telah mampu menempatkan duta besarnya hingga ke negara yang amat jauh seperti India dan Cina.
Kota bersejarah yang bertengger di sepanjang tebing sungai Guadalquivir ini tidak ada tandingannya di Eropa dalam hal kemajuan peradabannya.
Kota Ilmu
Jejak
kejayaan Islam di Cordoba tidak hanya meninggalkan bangunan-bangunan
megah, namun mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tak ternilai
harganya.
Kota yang terletak di Provinsi Andalusia, sebelah Barat Spanyol ini juga
dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan. Di kota ini berdiri
perpustakaan yang besar dengan jumlah volume kunjungannya mencapai
400.000 orang. Padahal pada waktu yang sama, perpustakaan-perpustakaan
besar di Eropa, volume pengunjungnya jarang mencapai angka seribu.
Karena itu tidak salah jika Cordoba disebuat sebagai the greatest centre of learning
di Eropa, saat kota-kota lain di benua tersebut berada pada masa
kegelapan. Cordoba bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada abad
pertengahan sebagaimana digambarkan Lane-Poole sebagai the wonders of the world.
Pada
masa kekuasaan Abrurrahman III, berdiri Universitas Cordoba yang
termasyhur dan menjadi kebanggaan umat Islam. Berbondong-bondong
mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa
menimba ilmu.
Dari
universitas inilah, Barat menyerap ilmu pengetahuan. Salah satu
mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert
d’Aurillac (945-1003), yang kemudian menjadi Paus Sylvester II. Selepas
belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral
dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.
Geliat
pendidikan di Cordoba makin bersinar pada era pemerintahan Al-Hakam
Al-Muntasir sehingga dijuluki Khalifah yang alim. Sebanyak 27 sekolah
swasta berdiri pada masa itu. Gedung perpustakaan mencapai 70 buah
menambah semarak perkembangan ilmu pengetahuan. Jumlah pengunjungnya
mencapai 400 ribu orang. Padahal, volume kunjungan perpustakaan besar di
Eropa lainnya, kala itu, paling tinggi mencapai 1.000 orang. Saat itu,
terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci Alquran
dengan huruf Kufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar
secara gratis di 80 sekolah yang disediakan Khalifah. Pendidikan yang
tinggi pun diimbangi dengan kesejahteraan masyarakatnya.
Berkembang
pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah
melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan
pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang amat terkenal
dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, kesusateraan bahkan
musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba
sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara
para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam di Cordoba antara lain
Abul al Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusydi, yang
kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu
Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada
abad ke- 12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang
telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani.
Demikian juga lahir seorang ulama yang mujtahid yaitu Ibnu Hazm yang menulis kitab Al-Muhalla. Ada juga seorang mufasir kenamaan yaitu Al-Qurtubi yang menulis kitab tafsir Al-Qurtubi. Kemudian pakar kesehatan moder, Az-Zahrawi, yang memperkenalkan teknik keperawatan dan menciptakan alat
bean dan teknik terbaru bedah luar dan dalam. Ia menulis buku medis
bergambar yang dijadikan referensi oleh pakar kedokteran Eropa. mengetahui ilmu bedah melalui buku-bukunya. Dan masih banyak lagi pakar ilmu pengetahuan yang muncul waktu itu.
Itulah kota Cordoba yang di masa kejayaannya
banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para
ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi
Barat di masa sekarang. (b)
http://saimuslim.blogspot.com/2010/01/cordoba-kota-peradaban-islam-di-eropa.html
Langganan:
Postingan (Atom)




